You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Krangean
Logo Desa Krangean
Krangean

Kec. Kertanegara, Kab. Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah

Selamat Datang Di Website Resmi Pemerintah Desa Krangean, Kec. Kertanegara, Kab. Purbalingga, Jawa Tengah -- selengkapnya...

Krupuk Lala, Camilan Renyah yang Bertahan Sejak 1995

Administrator 16 Juli 2026 Dibaca 4 Kali
Krupuk Lala, Camilan Renyah yang Bertahan Sejak 1995

WhatsApp_Image_2026-07-13_at_3-40-33_PM  ChatGPT_Image_Jul_16,_2026,_10_01_12_AM 

Tim KKN Universitas Jenderal Soedirman berkesempatan mengunjungi Krupuk Lala, salah satu usaha makanan ringan milik Bapak Mushodiq yang berada di Dusun II, Desa Krangean.

Eksis sejak tahun 1995, Krupuk Lala terus mengepulkan dapur produksinya hingga kini. Konsistensi ini menjadikannya salah satu usaha lokal tangguh yang mampu bertahan dan melintasi waktu selama lebih dari tiga dekade.

Krupuk Lala terbuat dari perpaduan tepung terigu dan tepung tapioka. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan tekstur yang super renyah dengan cita rasa gurih yang pas, menjadikannya sangat cocok dinikmati sebagai camilan santai maupun pelengkap berbagai hidangan.

Setiap gigitannya menghadirkan sensasi kriuk yang khas dengan rasa gurih yang ringan. Tak heran jika Krupuk Lala begitu digemari dan melekat di hati masyarakat. 

Ada cerita unik di balik nama “Krupuk Lala”. Nama tersebut ternyata terinspirasi dari karakter Laa-Laa dalam tayangan legendaris Teletubbies. Pemilihan nama yang sederhana dan unik ini sengaja dilakukan agar identitas produk mudah dikenali dan selalu diingat oleh konsumen.

Untuk menjangkau pelanggan, pemasaran Krupuk Lala dibantu oleh para sales yang setiap hari menjajakan produk ini ke berbagai tempat. Selain itu, konsumen di sekitar lokasi produksi juga bisa membelinya secara langsung kepada Bapak Mushodiq, sementara pengiriman ke wilayah yang lebih jauh sepenuhnya dipercayakan kepada jaringan sales.

Selain mengandalkan sales, produk Krupuk Lala juga tersebar di berbagai pasar tradisional dan warung-warung terdekat. Menariknya, usaha ini tidak hanya melayani pembelian partai besar, melainkan tetap terbuka bagi konsumen perorangan yang ingin membeli dalam jumlah kecil. Khusus untuk penjualan kepada sales, satu bungkus Krupuk Lala dibanderol dengan harga yang sangat bersahabat, yaitu sekitar Rp3.000.

Selama ini, pasar Krupuk Lala memang masih didominasi oleh wilayah di sekitar Desa Krangean. Namun baru-baru ini, Bapak Mushodiq menerima permintaan produk dari Sumatra—sebuah kabar gembira yang membuktikan bahwa Krupuk Lala memiliki peluang besar untuk merambah pasar yang jauh lebih luas.

Perjalanan usaha selama puluhan tahun tentu tidak selalu mulus. Pada tahun 1998, Bapak Mushodiq sempat diuji oleh kenaikan harga tepung yang melonjak tajam hingga menyulitkan proses produksi. Tantangan alam pun kerap datang di musim hujan, mengingat proses penjemuran krupuk masih sangat bergantung pada kehangatan sinar matahari.

Meski diterpa berbagai rintangan, Krupuk Lala terbukti tetap kokoh berdiri hingga hari ini. Semangat pantang menyerah dan ketekunan Bapak Mushodiq dalam menjaga kualitas produk menjadi bukti nyata bahwa usaha lokal bisa terus tumbuh jika dijalankan dengan konsisten. Lebih dari sekadar camilan, Krupuk Lala adalah kisah inspiratif tentang gigihnya perjuangan pelaku UMKM bertahan selama lebih dari 30 tahun.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan