Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), seperti yang saat ini memasuki edisi ke-128 di Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, TMMD adalah wadah kemanunggalan TNI dengan rakyat untuk mempercepat pembangunan di pelosok negeri. Di balik keberhasilan alat berat dan personil militer, terdapat kekuatan inti yang menjadi mesin penggerak utama: Semangat Gotong Royong warga tingkat RT.
RT sebagai Ujung Tombak Partisipasi Masyarakat
Ketua RT dan warganya memegang peran vital sebagai fasilitator di lapangan. Peran mereka meliputi:
- Mobilisasi Warga: Ketua RT mengoordinasikan jadwal kerja bakti warga untuk membantu personel Satgas TMMD secara bergilir.
- Pendampingan Lapangan: Memastikan kebutuhan material tersalurkan ke titik lokasi yang tepat, mulai dari pembangunan jalan rabat beton hingga renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Penyedia Logistik Swadaya: Warga RT seringkali secara sukarela menyediakan konsumsi sederhana bagi para prajurit yang bertugas, menciptakan kedekatan emosional antara TNI dan rakyat.
Manfaat Nyata bagi Komunitas
Keterlibatan aktif RT dalam TMMD memberikan dampak positif yang berkelanjutan:
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Dengan bantuan tenaga masyarakat, pekerjaan berat menjadi lebih cepat selesai dan menghemat biaya pembangunan infrastruktur desa.
- Rasa Memiliki (Sense of Belonging): Infrastruktur yang dibangun bersama TNI akan lebih terjaga karena warga merasa memiliki andil dalam proses pembuatannya.
- Harmonisasi Sosial: Meleburnya sekat antara warga dan aparat keamanan melalui kerja bersama di lumpur dan terik matahari, menciptakan lingkungan desa yang lebih harmonis dan aman
- .